√ 5 Faktor Remaja Sangat Impulsif dan Konsumtif - Dinesia | Warna - Warni Generasi dan Sosial Nusantara
Diberdayakan oleh Blogger.

5 Faktor Remaja Sangat Impulsif dan Konsumtif

5 Faktor Remaja Sangat Impulsif dan Konsumtif



Masa muda, waktu menyenangkan untuk berpesta pora, mencari cara memuaskan hasrat. 

Berpesta, kumpul bareng teman-teman atau hangout di Cafe. Belanja pakaian dengan Brand Kekinian, Outfit paling hype, Gadget paling anyar, serta makan di Restoran mahal hanya untuk sekadar posting di Sosial Media.


Masa remaja memang waktu paling menyenangkan, berpijak untuk berubah ke jenjang dewasa. 

Pada kenyataannya, para muda - mudi banyak mengikuti arus trend dan  tergerus oleh zaman yang terus mengintimidasi perilaku serta gaya hidup sosial.


Disamping itu, banyak faktor-faktor yang membentuk pola pikir para remaja

Serta alasan gaya hidup yang impulsif.


Berikut adalah 5 Faktor dan Alasan Remaja sangat Impulsif dan Konsumtif.


1. Gengsi

Faktor keinginan seseorang untuk dapat menandingi level kemampuan lawan sosial yang tidak lepas dari rasa iri terhadap lingkungan sosial dan selalu merasa tersaingi. 

Faktor gengsi juga terbentuk atas dasar keinginan untuk diakui pada lingkungan sosialnya. 

Tak jarang kaula muda seakan berlomba-lomba tuk menjadi yang terdepan dalam konsumtif terhadap barang-barang branded. 


2. Godaan 

Godaan serta rayuan memang sulit ditaklukkan, terlebih bagi kaum millenial yang sangat konsumtif dari segala keinginan. 

Disamping itu, godaan-godaan diskon belanja yang setiap hari menghampiri kaum-kaum shoping, tergiur untuk mencicipi spot kuliner hits, godaan untuk membayar menggunakan kartu kredit, serta bujuk rayuan teman yang hobi nongkrong setiap weekend.


3. Hawa Nafsu

Hawa nafsu yang menghantui kaum remaja takkan habisnya sepanjang zaman. Terus berganti era, berganti pula keinginan untuk terus mengikuti hasrat. 

Kaum remaja sangat rentan akan godaan hawa nafsu yang menggebu, jika tak diimbangi dengan pola perencanaan kebutuhan. 

Hasrat dan rasa Ambisi yang masih tinggi, kaula muda lebih mudah terintimidasi oleh rasa penasaran serta keingintahuan untuk mencoba hal yang dirasa menyenangkan sekali pun itu sifatnya sementara.


4. Mencari Jati Diri

Eksistensi dalam membangun jati diri, adalah waktu yang tepat direntang masa remaja. 

Para remaja millenial berlomba-lomba membangun karakter personal demi menjadi yang terbaik diantara teman-teman sebayanya. 

Dalam membangun jati diri, banyak hal yang dikorbankan demi terpenuhi segala kebutuhannya. 

Sebagai contoh kecil, kita dapat melihat remaja dalam membangun personal branding, yang mana di era digital saat ini seperti halnya : Seorang model selebgram dengan skill endorse nya, Influencer dengan kemampuan Public Speaking, dan YouTuber dengan pembawaannya. 

Semua itu dibangun atas segala motivasi untuk menjadi yang terdepan.


5. Lingkungan Insecure

Faktor eksternal serta lingkaran sosial juga memengaruhi karakter dan perilaku remaja. 

Mereka perlahan terdorong untuk harus mengikuti gaya hidup teman-teman nya. 

Rasa tak percaya diri dan minder menjadi masalah akhir jika salah satu keinginan dalam satu kasta dalam lingkup pertemanan diantara mereka belum terpenuhi. 

Untuk dapat memenuhi segalanya, kaula remaja seakan diharuskan berkorban demi menebus rasa gengsi. 

Itulah yang mendasari segala alasan mengapa remaja sangat konsumtif dan impulsif.


Share jika Artikel ini bermanfaat, salam generasi, Diensia.

Get notifications from this blog

1 komentar